Powered by Blogger.

Affinda Daily Life

Halo... Post ini adalah lanjutan dari post saya sebelumnya. Sebelumnya saya membahas soal bagaimana si Tole (anak saya, sebut saja begitu) les 3D Animasi. 

Baca juga: Pengalaman Les 3D di ESDA (1)
Saya sempat berpikir kalau si Tole nggak akan betah les 3D Animasi. Karena di bayangan saya 3D Animasi itu ala-ala programming gitu, serius banget kelihatannya. Ini anak bakal bosan nggak ya? Atau ngeluh susah nggak ya?

Hari pertama dia kursus, saya tungguin. Takutnya ini anak tiba-tiba bosan dan minta pulang. Tapi setelah satu jam berlalu, si Tole tidak menunjukkan tanda-tanda kebosanan. Bahkan sampai saya mengintip ke ruang kelasnya dan bertanya apakah dia sudah selesai.

Sepanjang perjalanan pulang saya tanya, "Bosan nggak?" Dia jawab, "Nggak kok Ma, ada ceritanya." Saya pikir dia mau bercerita lebih lanjut pada saya, ternyata maksud dia adalah materi yang diberikan itu dalam bentuk cerita. Jadi sistem belajarnya bukan guru yang menjelaskan di depan kelas seperti sekolah, tapi dalam bentuk tutorial video tapi tutor tetap standby di kelas dan membantu apabila ada yang kurang dimengerti.

"Kamu bisa nggak?" tanya saya. "Bisa kok! Gampang!" jawabnya. Ooh.. saya sedikit lega. Setidaknya si Tole benarr-benar tertarik dan saya jadi tidak merasa percuma.

les-3d-anak-ESDA
Hasil karya si Tole
Saya sempat mengintip masuk ke dalam kelas dan melihat apa yang sedang dikerjakan oleh si Tole. Ternyata tidak serumit yang saya bayangkan. Menyusun, memperbesar, memperkecil objek, kira-kira seperti itulah yang sedang dikerjakan oleh si Tole saat saya datang mengintip (dan memotret karyanya sih). 

Awalnya saya juga agak waswas karena katanya ruangannya jadi satu antara kelas foundation dan professional yang mana pasti banyak orang dewasa. Apalagi Saya sempat baca review negatif di suatu forum parenting kalau katanya ruangan kelasnya seperti warnet. Ah tidak tuh!

Ruangan kelasnya menurut saya bersih, full AC, dan sangat tenang. Bahkan membawa makanan ke dalam ruang kelaspun tidak diperbolehkan. Poster-poster animasi terpasang di dinding kelas. Semua murid fokus dengan materi masing-masing. Tidak ada yang berisik. Sesekali murid memanggil tutor apabila ada yang tidak dimengerti dan tutornya pun langsung datang.

Saya harus mengakui bahwa tutornya sabar sekali membimbing satu pesatu murid terutama murid foundation yang masih anak-anak. Karena ya tahu sendiri lah anak-anak memang agak sulit diatur, apalagi mereka suka cari perhatian. Tapi tutornya bisa mengajak anak-anak kembali fokus sambil bercanda dan kondisi kelas tetap kondusif.

Berhubung ini si Tole baru 2 pertemuan, saya akan update lagi mengenai perkembangan si Tole belajar 3D di post-post selanjutnya!
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Saya punya 1 anak laki-laki yang berusia 9 tahun. Sebut saja namanya si Tole. Meskipun usianya masih anak-anak, tapi rasanya buat saya dia sudah seperti bapak-bapak kantoran. Menghadap laptop dan main gadget melulu! Entah main game, atau nonton film animasi.

Mungkin ini salah saya juga sih. Dulu waktu dia masih balita, karena saya juga nggak pakai jasa ART, saya suka kerepotan kalau dia lagi rewel sedangkan pekerjaan rumah menumpuk. Akhirnya cara saya agar dia tenang dan nggak rewel adalah dengan memberikannya handphone saya. Saya putarkan kartun-kartun streaming di Youtube, atau saya berikan game.

Seringnya dia kalau sudah asyik dengan gadgetnya, sampai sudah lupa waktu. Pulang sekolah langsung buka laptop dan main hp tanpa lepas seragam. Kalau saya nggak keluar tanduk dan ekor, si Tole nggak akan menggubris perkataan saya untuk ganti baju, makan, atau kerjakan PR. Akhirnya saya sering disiplinkan dengan mematikan router WiFi di rumah kalau sudah di atas jam 9 malam dan baru saya nyalakan lagi besok paginya. Alasan saya adalah supaya ia lekas tidur, nggak streaming melulu.

Belakangan saya baru sadar kalau si Tole punya ketertarikan dengan dunia animasi. Saya sebenarnya suka ngomel kenapa buku pelajaran Tole sering ada coretan gambar-gambar. Gambar karakter animasi favoritnya, karakter jagoannya. 

Beberapa minggu yang lalu, saya jalan-jalan ke salah satu mall di daerah Jakarta Barat. Ternyata sedang ada pameran edukasi. Kebetulan saya juga sedang bersama si Tole. Kemudian ada satu kalimat slogan dari salah satu booth pameran tersebut: "UBAH KEBIASAAN MAIN GAME PADA ANAK"

Wah... saya spontan noleh dong. Saya lumayan pusing si Tole main melulu dan tiap malam saya harus matikan router. Kadang kalau masih ada kerjaan dan harus pakai internet, suami saya terpaksa mengorbankan tethering dari HPnya.

Akhirnya saya mampirlah ke booth tersebut. Ternyata booth ini adalah booth Enspire School of Digital Art (ESDA). ESDA ini adalah kursus 3D dan Animasi. Saya tanya-tanya, ternyata programnya ada yang untuk anak usia 7-13 tahun. 

les-3d-anak
Brosur ESDA
Kebetulan disana juga ada free trial, jadi si Tole saya suruh cobain aja dulu. Siapatau aja dia tertarik kan. Eh di luar dugaan, ternyata dia sangat tertarik. Dari 3 materi free trial, di sikat semua. Tapi saya masih pikir-pikir dulu sih, karena saya takutnya si Tole cuma angin-anginan aja. Terlanjur di daftarkan eh dianya nanti bosan di tengah jalan.

Tapi sepanjang jalan pulang dan keesokan harinya, si Tole masih membahas betapa kerennya kalau bisa belajar 3D. Saya pikir, jarang-jarang nih si Tole segitu tertariknya untuk belajar sesuatu. Siapa tahu kan passion dia memang disini. Dan kalau dipikir juga mungkin dengan dia tau bagaimana membuat gambar 3D dan animasi, waktu dia nonton atau main game dia jadi berpikir juga bagaimana cara membuatnya.

Kemudian besoknya saya sendirian kembali lagi ke booth ESDA. Saya tanya lagi mengenai biaya, jam kursus, dan lain sebagainya. Kemudian saya deal untuk mengkursuskan si Tole di ESDA.

Saya ambil program Foundation untuk si Tole, karena program ini khusus untuk anak usia 7-13 tahun. Ada 2 program lainnya sih untuk usia 14 - dewasa dan program jaminan kerja. Tapi si Tole belum cukup umur pastinya. 

Jam belajarnya ternyata flexible. Jadi terserah si Tole aja mau datang les kapan dan jam berapa, selama tidak diluar jam operasional ESDA. Saya pikir ini bagus sih, karena saya juga khawatir si Tole kelelahan pulang sekolah, atau dianya lagi nggak pengen les tapi dipaksa les nanti jadinya dia malas dan nggak mau meneruskan.

Biayanya juga tergolong murah. Cuma sekitar 1,2 jutaan per level (kalo ridak salah Foundation ini terdiri dari 5 level) Hitungan harganya juga per level. Saya juga lebih prefer begini sih. Karena kalau ambil satu paket, meksipun sekelebat mata rasanya jadi lebih murah, tapi kalau si anak keburu bosan, nanti malah jadinya buang-buang uang. Jadi saya coba ambil 1 level dulu. 

Bisa ditebak dong, begitu Tole pulang sekolah dan saya beri tahu kalau saya mendaftarkan dia di ESDA, si Tole langsung kegirangan. Teriak yes yes yes sudah kayak suara kereta api. Tapi tetap saya bilang ke Tole janji harus konsisten, nggak boleh ngambek di tengah jalan. Dan langsung dijawab dengan suara mantap "Iya Maaaaa....."

Wah sudah panjang banget ya ini post saya. Kalau begitu mengenai bagaimana si Tole kursus 3D di ESDA akan saya lanjutkan di post selanjutnya ya!


Salam,
Finda
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Halo,

Mungkin masih nggak ada yang baca ya? Hehehe... Tapi nggak apa-apa deh. Saya ngomong sendiri saja.

Halo, blog... Halo siapapun yang nggak sengaja nyasar dan mampir di blog saya. Selamat datang! Ini post pertama saya.

Nama saya Finda. Saat ini saya memiliki pekerjaan yang sangat mulia yaitu stay at home mom alias housewife alias ibu rumah tangga. Anak saya nggak banyak sih, baru satu. 

Karena anak saya sudah mulai besar dan punya komunitas sendiri, saya sebagai ibunya mulai merasa kesepian (hiks!) Saya jadi punya waktu luang dan suka blogwalking ke blognya orang-orang. Ternyata banyak juga ibu-ibu yang ngeblog dan berbagi banyak hal.

Saya jadi pingin juga deh ngeblog. Meskipun nggak tau juga mau ngeblog soal apa. Mungkin blog ini akan pure curhatan sebagai ibu rumah tangga, atau mungkin juga cerita lucu sehari-hari yang bisa jadi nggak lucu juga karena selera humor saya tingkat tiarap. Atau apa saja deh pokoknya saya mau ngeblog. Titik.

Sekian intro dari saya. Semoga saya bisa diterima di dunia maya ini.


Salam,
Finda.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts

About Me

About Me
Halo, saya ibu dari satu anak dan seorang cat lady. Blog ini berisi tentang keseharian saya dan (mostly) curhatan saya tentang apapun. Selamat datang!

Yang Mampir

Blog Archive

  • ▼  2017 (3)
    • ▼  March (2)
      • Pengalaman Les 3D di ESDA (2)
      • Pengalaman Les 3D di ESDA (1)
    • ►  February (1)
      • Post Pertama!

Categories

  • belajar 3D
  • enspire school of digital art
  • esda
  • kursus anak
  • parenting
  • review tempat kursus jakarta
  • si tole

Created with by ThemeXpose